Minggu, 28 Oktober 2012

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Bila Tak Sengaja Menelan Permen Karet?

Permen karet dipasarkan bukan untuk ditelan tapi terkadang bisa tidak sengaja tertelan, terutama pada anak-anak. Lantas apa yang terjadi bila permen karet tak sengaja masuk ke dalam tubuh?

Ada mitos yang sering digunakan untuk menakuti anak-anak, yang menyebutkan bahwa menelan permen karet dapat membuatnya tetap berada di dalam usus selama 7 tahun sebelum akhirnya dicerna. 


Sebuah kisah menakutkan bahkan menceritakan bahwa permen karet yang tertelan bisa membungkus jantung dengan sendirinya. Benarkah demikian?

Permen karet sebenarnya terbuat dari karet dasar, pemanis, pewarna dan penambah rasa. Karet dasar yang mudah dicerna biasanya terbuat dari campuran elastomer, resin, lemak, emulsifier dan lilin.

Perut memang tidak dapat memecah permen karet sebagaimana yang dilakukan terhadap makanan lain. Namun sistem pencernaan memiliki cara lain untuk menangani benda-benda yang Anda telan.

Usus akan terus bergerak dan menggerakkan permen karet hingga membuatnya melewati usus dan keluar dari ujung sistem pencernaan, seperti dilansir Dailymail.

Jadi, permen karet bisa berakhir di kamar mandi satu atau dua hari kemudian. Meskipun permen karet lengket, tapi biasanya tidak bisa mengalahkan kekuatan yang dimiliki usus.

Air ludah akan berupaya mencerna permen karet segera setelah benda lengket itu dimasukkan ke dalam mulut. Meskipun yang dicerna kebanyakan adalah pemanis dan tambahan lainnya, tapi banyak juga bahan dasar permen karet yang ikut dicerna.

Kemudian permen karet akan turun ke otot perut, yang berkontraksi seperti gerakan cacing tanah, yang kemudian perlahan-lahan memaksanya melewati sistem pencernaan.

Namun permen karet bisa berbahaya bila yang tertelan dalam jumlah banyak atau dalam ukuran yang besar dan dalam waktu yang singkat.

Kondisi ini bisa menyebabkan penyumbatan dalam sistem pencernaan, yang paling sering terjadi pada anak-anak karena saluran pencernaannya berdiameter kecil. Tapi kasus tersebut sangat jarang terjadi.


Jadi apa yang harus dilakukan bila tidak sengaja menelan permen karet?

1. Segera minum air putih yang banyak. Hal ini menghindari agar permen karet tidak menutup kerongkongan yang menyebabkan tersedak, terutama pada anak-anak.

2. Untuk cepat mengeluarkan permen karet dari tubuh, juga bisa dibantu dengan makanan. Makanan akan membantu mendorong permen karet sehingga gerakan peristaltik dari usus semakin cepat mengeluarkannya dari tubuh.
sumber: 

Otak Terasa 'Blank' Saat Mengingat-ingat Sesuatu? Ini Dia Alasannya

Ketika seseorang berupaya fokus pada satu pekerjaan atau mencoba mengingat suatu gambar maka pada saat yang bersamaan orang yang bersangkutan takkan mampu memperhatikan segala sesuatu yang ada di sekitarnya atau semacam 'terbutakan'.

Sebuah studi baru dari Inggris pun menemukan salah satu penyebab fenomena yang disebut kebutaan yang tak diperhatikan (inattentional blindness) ini. Menurut peneliti, memfokuskan pikiran atau mengingat-ingat sesuatu sudah cukup membuat manusia tak menyadari hal-hal lain yang terjadi atau berada di sekitarnya.


"Satu contoh nyata yang relevan dengan temuan ini adalah kondisi yang terjadi pada orang-orang yang berupaya mengikuti petunjuk dari alat navigasi satelit (GPS) ketika mengemudi," ungkap Nilli Lavie, Ph.D. dari University College of London yang memimpin studi ini.

"Studi kami menunjukkan bahwa ketika kita fokus pada suatu hal atau mengingat arahan yang baru saja kita lihat pada layar GPS akan membuat kita lebih cenderung gagal memperhatikan bahaya di sekitar jalan yang kita lewati, misalnya kita mungkin tak tahu ada sepeda motor yang mendekat atau pejalan kaki yang tengah menyeberang, meskipun kita terlihat memandang ke depan," terang Lavie.

Untuk memperoleh kesimpulan itu, peneliti menggunakan scan functional magnetic resonance imaging (fMRI). Perangkat ini difungsikan untuk mengamati aktivitas otak partisipan ketika mereka diberi tugas untuk mengingat-ingat sebuah gambar. Di tengah tugas itu, peneliti juga meminta partisipan mendeteksi adanya kelebatan cahaya yang ditujukan pada mereka.

Hasilnya, ketika partisipan disibukkan dengan tugas mengingat-ingat gambar tersebut, mereka pun gagal memperhatikan kelebatan cahaya yang dimaksudkan peneliti, kendati tak ada obyek lain yang diperlihatkan pada partisipan waktu itu.

Namun sebaliknya ketika partisipan tidak diberi tugas apapun, mereka dapat mendeteksi kelebatan cahaya itu dengan mudah. Hal ini menunjukkan bahwa partisipan mengalami 'kebutaan yang dipicu oleh beban pikiran' (load induced blindness).

Ketika di-scan dengan fMRI, peneliti menemukan adanya penurunan aktivitas pada salah satu daerah otak yang bertugas memproses informasi visual yang masuk yaitu korteks visual primer (primary visual cortex).

"'Kebutaan' itu tampaknya disebabkan oleh adanya gangguan pada pesan visual yang masuk ke otak pada tahapan paling awal jalannya aliran informasi ke otak. Artinya ketika mata dapat 'melihat' obyek, otak justru tidak melihatnya atau mungkin terlambat melihat obyek yang dimaksud," tandas Lavie seperti dilansir dari psychcentral.

Peneliti pun menduga hal ini diakibatkan persaingan untuk memperoleh kekuatan memproses informasi otak yang stoknya terbatas atau disebut dengan 'teori beban' (load theory). Persaingan itu terjadi antara informasi visual baru dengan memori visual manusia yang bersifat jangka pendek.

Tapi dugaan inilah yang dianggap mampu menjelaskan mengapa otak gagal mendeteksi peristiwa yang mencolok sekalipun dalam penglihatan manusia ketika perhatiannya telah terfokus pada satu tugas yang melibatkan beban informasi yang begitu tinggi.
sumber: http://www.apakabardunia.com/2012/10/otak-terasa-blank-saat-mengingat-ingat.html

Anak Sekolah Senang Tawuran? Bisa Terlihat Saat Bayi, lho


Tawuran remaja usia sekolah belakangan semakin marak. Aksi mereka bertambah brutal, tak segan-segan mencabut nyawa orang lain. Selain pengaruh dari lingkungan, peran orang tua sangat besar. Bahkan sejak bayi.

"Kalau saat ini remaja banyak yang terlibat tawuran, perlu dilihat kembali nutrisi pada 1.000 hari pertama umur mereka," kata Dr Saptawati Bardosono, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Yogyakarta seperti dilansir Tempo.
 

babyboutiques.org


Bisa jadi, kata dia, para pelajar yang rata-rata berusia remaja itu terlibat dalam kasus perkelahian antarpelajar karena kurang mendapat nutrisi saat 1.000 hari pertama kehidupannya. Apalagi, pada 1998, terjadi krisis ekonomi. Sangat mungkin asupan gizi mereka saat itu kurang karena harga-harga kebutuhan melonjak drastis. Pada 1998 itu, para pelajar yang terlibat tawuran saat ini masih berusia antara 0-3 tahun.

Meskipun masih perlu didalami dan dilakukan penelitian yang lebih lagi, kekurangan gizi atau nutrisi saat krisis ekonomi itu sangat mungkin terjadi.

"Jika nutrisi pada 1.000 hari pertama umur anak tidak terpenuhi, akan terjadi gangguan fungsi otak. Secara kognitif, apa yang dipikirkan, dirasakan, diatur oleh otak. Jika fungsi otak bermasalah, perilaku juga bermasalah: emosional, cepat marah," imbuh Saptawati.
 
Selain kelebihan atau kekurangan gizi pada masa kanak-kanak bisa berpengaruh pada emosi,  saat dewasa bisa mengidap obesitas (kegemukan), diabetes, penyakit jantung, darah tinggi, mudah emosi, dan lain-lain.

"Untuk menemukan solusi yang holistik bagi permasalahan nutrisi anak, perlu ada kemitraan antara komunitas kesehatan masyarakat, swasta, dan pemerintah," pungkasnya.
sumber: http://www.apakabardunia.com/2012/10/anak-sekolah-senang-tawuran-bisa.html

7 Hal yang Paling Banyak Ditakuti Manusia di Dunia

Secara umum, ketakutan-ketakutan yang banyak dialami orang di dunia, berkisar pada hal-hal yang menyangkut kehidupan sehari-hari, mulai dari hubungan, keluarga, hingga keuangan.

Seperti dirangkum dari phobia-fear-release.com, about.com, livestrong.com berikut adalah hal-hal yang paling banyak ditakuti orang. 

1. Takut Mati 



Takut mati adalah ketakutan yang paling utama yang dialami manusia. Hampir semua orang tidak siap akan mati meskipun tahu kematian itu cepat atau lambat pasti datang. Banyak orang takut dan khawatir tentang apa yang mungkin terjadi setelah kematian. 

Untuk mengatasi rasa takut ini, penting untuk memahami bahwa hidup adalah siklus yang terdiri dari kelahiran dan kematian, keduanya merupakan dua sisi mata uang yang sama. Ketakutan yang berlebihan terhadap kematian disebut Thanatofobia. 


2. Takut Gagal 


Ketika mencoba sesuatu, selalu ada dua kemungkinan, yaitu berhasil atau gagal. Atychiphobia adalah ketakutan yang tak rasional terhadap kegagalan yang pada akhirnya membuat seseorang tidak mau berbuat sesuatu karena takut menemui kegagalan.

Jika fobia tetap tidak diobati, gejalanya akan terus memburuk dari waktu ke waktu. Hilangnya motivasi dan penurunan rasa percaya diri akan segera mengikuti yang dapat menyebabkan gejala yang lebih parah seperti depresi. 


3. Takut Ditolak 


Setiap orang ingin kehadirannya diterima, baik oleh lingkungan maupun orang yang disayangi. Beberapa orang bahkan ada yang begitu tergantung pada pengakuan, persetujuan atau penilaian orang lain terhadap dirinya sendiri.

Orang-orang ini begitu didorong oleh kebutuhan untuk diterima sehingga kehilangan identitasnya sendiri. Beberapa orang kemudian menarik diri karena takut ditolak. Mereka ini akhirnya menjauhkan diri dari teman-teman, keluarga dan pengasuh yang merawatnya.


4. Takut Gelap 


Kecuali untuk kepentingan tidur, hampir semua manusia yang tidak dalam kondisi tidur akan takut dengan kegelapan. Daerah-daearh gelap juga sering jadi sumber kriminalitas.

Ketakutan ini muncul dari ketidakpastian yang dihadapi karena tidak dapat melihat objek di sekitarnya dengan jelas.

Ketakutan yang berlebihan terhadap gelap disebut Lygophobia, yaitu ketakutan yang intens terhadap sesuatu yang tidak menimbulkan bahaya secara nyata.

Pada banyak kasus, ketakutan ini bercampur dengan ketakutan terhadap hantu atau sosok-sosok mistis lainnya.


5. Takut Jatuh dari Ketinggian 


Membayangkan diri sendiri berada di ketinggian sering membuat panik dan takut. Gejalanya antara lain keringat dingin, gemetar dan mual. Ketakutan yang berlebihan terhadap ketinggian disebut Hypsiphobia


6. Takut Kehilangan Orang yang Disayangi


Kebersamaan bersama orang yang disayangi adalah saat-saat yang paling membahagiakan dalam hidup. Ketika tiba saatnya harus mengakhiri kebersamaan tersebut, baik karena perpisahan, perceraian ataupun kematian, banyak orang yang kemudian jatuh sedih hingga depresi.

Luangkan banyak waktu bersama keluarga dan teman-teman yang dicintai. Ketika tiba saatnya harus kehilangan mereka, maka kenangan yang indah akan tetap membuat orang yang ditinggalkan merasa bersemangat menjalani hidup.


7. Takut Miskin 




Jika pernah miskin atau tumbuh di lingkungan yang miskin, orang umumnya memiliki ketakutan yang sangat kuat terhadap kemiskinan. Cara terbaik untuk memerangi kemiskinan adalah dengan mendidik diri sendiri dan mempelajari bagaimana cara mendapatkan uang.

Uang memainkan peran sentral dalam kehidupan kita dan layak menjadi perhatian. Namun ada kalanya orang begitu takut jatuh miskin dan kehilangan kekayaan. Ketakutan berlebihan ini disebut Peniaphobia.
sumber: 
http://www.apakabardunia.com/2012/10/7-hal-yang-paling-banyak-ditakuti.html

10 Teknologi yang Dapat Mencegah Kehancuran Bumi

Ada anggapan dari kaum skeptis bahwa teknologi hanya merusak lingkungan. Anggapan ini menantang para ilmuwan untuk mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan.

PBB memperkirakan, hingga tahun 2030 kebutuhan energi akan melonjak sebesar 60 persen. Sebanyak 2,9 miliar manusia akan kekurangan pasokan air. Berikut 10 jenis teknologi yang tergolong dapat mencegah bumi dari kehancuran.

1. Menghilangkan garam dari air laut


PBB mencatat, suplai air bersih akan sangat terbatas bagi miliaran manusia pada pertengahan abad ini. Ada teknologi bernama desalinasi, yakni menghilangkan kadar garam dan mineral dari air laut sehingga layak diminum. Ini merupakan solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah krisis air.

Masalahnya, teknologi ini masih terlalu mahal dan membutuhkan energi cukup besar. Kini para ilmuwan tengah mencari jalan agar desalinasi dapat berlangsung dengan energi lebih sedikit. Salah satu caranya adalah dengan melakukan evaporasi pada air sebelum masuk ke membran dengan pori-pori mikroskopis


2. Memproduksi minyak secara alami


Ada proses bernama thermo-depolymerization, suatu proses yang sama dengan bagaimana alam memproduksi minyak. Misalnya limbah berbasis karbon jika dipanaskan dan diberi tekanan tepat, mampu menghasilkan bahan minyak.

Secara alamiah proses ini menbutuhkan waktu jutaan tahun. Dari eksperiman yang sudah-sudah, kotoran ayam kalkun mampu memproduksi sekitar 600 pon petroleum.


3. Tenaga Hidrogen


Bahan bakar hidrogen dianggap sebagai bahan bakar alternatif bebas polusi. Energi dihasilkan dari perpaduan antara hidrogen dan oksigen. Problemnya adalah bagaimana hidrogen itu dihasilkan.

Molekul seperti air dan alkohol harus diproses dulu untuk mengekstraksi hidrogen sehingga menjadi sel bahan bakar. Proses ini juga membutuhkan energi besar. Namun setidaknya ilmuwan sudah mencoba membuat laptop serta peranti lain dengan tenaga fuel cell.


4. Tenaga surya


Energi surya yang sampai di bumi terbentuk dari photon, dapat dikonversikan menjadi listrik atau panas. Beberapa perusahaan dan perumahan sudah berhasil menggunakan aplikasi ini. Mereka memakai sel surya dan termal surya lain sebagai media pengumpul energi.


5. Konversi Panas Laut


Media pengumpul tenaga surya terbesar di bumi ini adalah air laut. Departemen Energi Amerika Serikat (AS) menyebut, laut mampu menyerap panas surya setara dengan energi yang dihasilkan 250 miliar barel minyal per hari.

Ada teknologi bernama OTEC yang mampu mengkonversikan energi termal laut menjadi listrik. Perbedaan suhu antar permukaan laut mampu menjalankan turbin dan menggerakan generator. Masalahnya, teknologi ini masih kurang efisien.


6. Energi gelombang laut


Laut melingkupi 70 persen permukaan bumi. Gelombangnya menyimpan energi besar yang dapat menggerakkan turbin-turbin sehingga mengasilkan listrik. Problemnya agak sulit memperkirakan kapan gelombang laut cukup besar sehingga memproduksi energi yang cukup.

Solusinya adalah dengan menyimpan sebagian energi ketika gelombang cukup besar. Sungai Timur kota New York saat ini sedang menjadi proyek percobaan dengan enam turbin bertenaga gelombanng air. Sedangkan Portugis justru sudah lebih dulu mempraktekkan teknologi ini dan sukses menerangi lebih dari 1500 rumah.


7. Menanami atap rumah


Konsep ini diilhami dari Taman Gantung Babilonia yang masuk dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia. Istana Babilonia terdiri atas atap yang ditanami aneka flora, juga balkon dan terasnya. 

Taman atap ini mampu menyerap panas dan mengurangi karbon dioksida. Bayangkan jika burung-burung dan kupu-kupu beterbangan di sekitar rumah hijau kita.


8. Bioremediasi


Ada proses bernama bioremediasi, yakni memanfaatkan mikroba dan tanaman untuk membersihkan kontaminasi. Salah satunya adalah membersihkan kandungan nitrat dalam air dengan bantuan mikroba. 

Atau memakai tanaman untuk menetralisir arsenik dari tanah. Beberapa tumbuhan asli ternyata punya faedah untuk membersihkan bumi kita dari aneka polusi.


9. Kubur barang-barang perusak


Karbon dioksida adalah faktor utama penyebab pemanasan global. Energy Information Administration (EIA) mencatat, tahun 2030 emisi karbon dioksida mencapai 8000 juta metrik ton.

Metode paling sederhana untuk menekan kandungan zat berbahaya itu adalah dengan menguburkan berbagai penghasil CO2 seperti aneka limbah elektronik berbahaya. 

Namun ilmuwan masih belum yakin bahwa gas berbahaya akan tersimpan aman. Tetap saja kelak akan muncul imbas negatifnya bagi lingkungan.


10. Buku elektronik


Bayangkan, berapa ton kertas dan berapa banyak pohon harus ditebang bagi seantero dunia jika kita semua harus membeli koran, majalah, novel, buku pelajaran, buku tulis, kertas faks, sampai tisu toilet.

Buku elektronik atau surat elektronik yang lebih dikenal dengan e-book dan email memberi kontribusi sangat berarti pada kelangsungan hidup. Dengan teknologi itu, produksi kertas dapat ditekan, sehingga kita tak perlu menebang terlalu banyak pohon.
sumber: 
http://www.apakabardunia.com/2012/10/10-teknologi-yang-dapat-mencegah.html

Penjelasan Kode-kode yang Tertera Pada Pensil yang Sering Diacuhkan

Kalian pasti pernah lihat dan menggunakn benda ini kan? Dan juga kode yang tertera di salah satu sisinya.


Beberapa mungkin tahu kalau kode itu merupakan tanda tingkat kehitaman pensil. Makin besar angka di depan huruf B, makin tinggi tingkat kehitaman pensilnya, tapi sedikit sekali yang tahu kepanjangan huruf-huruf itu.

Unsur utama pensil adalah percampuran grafit dan tanah liat dimana dengan ragam rasio antara keduanya akan menghasilkan hasil yang berbeda. 

Apabila tanah liat dikurangi maka grafit akan mendominasi volume yang ada sehingga hasilnya akan semakin hitam, begitupun apabila tanah liatnya terlalu banyak maka hasilnya akan memudar (tidak terlalu hitam) akan tetapi batangnya lebih keras.

Bila terlalu banyak grafit maka batang pensil akan sangat lembut tetapi juga lebih cepat aus. Sedangkan bila menggunakan pensil yang terlalu sedikit grafit maka untuk menghitamkannya perlu beberapa kali goresan yang tentu juga akan merusak kertas.

Jadi penggunaan pensil (khususnya saat menggambar) sebaiknya bukan hanya bermain pada jumlah goresan melainkan dengan menggunakan komposisi pensil yang sesuai.

Komposisi tersebut bisa kita ketahui karena pasti tercetak / tertulis jelas pada batang pensil. Unsurnya adalah 3 huruf yaitu H, F dan B.

H, berarti Hardness (yaitu tingkat kekerasan, skalanya antara H, 1H sampai 9H, semakin tinggi angkanya berarti semakin keras).

F, berarti Fine (yang diperuntukan utk menulis dan tanpa skala).

B, berarti Blackness (tingkat kehitaman dari mulai B, 1B, 9B bahkan 9xxB).


Misalkan:
1. HB berarti lebih keras dan lebih hitam dari F

2. 2B lebih hitam dan tidak keras.

3. HHBBB berarti lebih keras 2 kali lipat dan sangat amat hitam. Dapatkah kita membayangkan seberapa hitam pensil 9B itu?


Adapun pengkodean tersebut adalah mengikuti cara Inggris yang de facto lebih dianut sebagai kode internasional sedangkan Amerika membuat pengkodean sendiri yang terbatas pada penggunaan yang paling umum yaitu #1 (B), #2 (HB), #2½ (F), #3 (H) dan #4 (2H).

Ada satu hal yang menarik dalam pengkodean pensil tersebut bahwa ternyata sebenarnya tidak ada standar internasional penentuan kadar grafit dan tanah liat bagi setiap produsen pensil, jadi kehitaman pensil 2B pada pensil merk tertentu bisa berbeda dengan 2B pada pensil merk lainnya.
sumber: 
http://www.apakabardunia.com/2012/10/penjelasan-kode-kode-yang-tertera-pada.html

Sabtu, 27 Oktober 2012

Celup Teh Terlalu Lama, Tak Jauh Beda Dari Racun Serangga


Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh diakui berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Teh juga telah menjadi konsumsi bagi masyarakat sebagai minuman sehari - hari.

Teh dikemas dalam bentuk teh celup juga teh bubuk. Namun ada yang perlu diperhatikan pada teh celup, yaitu pemakaiannya. Teh celup sebaiknya tidak dicelupkan terlalu lama. Ini berlaku untuk semua teh, berwarna maupun teh hijau.

Ini disebabkan adanya kandungan zat klorin dalam kantong kertas teh celup. Zat ini fungsinya untuk disinfektan kertas sehingga kertas akan terbebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Kertas dengan klorin tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya.

Tak jauh beda dari racun serangga. Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang dan kanker. Sehingga dianjurkan jangan mencelupkan teh celup dalam waktu lama.

Jika mencelup kantong teh lebih dari 3 - 5 menit, klorin akan ikut larut dalam teh. Dan banyak khasiat teh yang tertinggal dalam minuman teh. Agar terhindar dari kemungkinan - kemungkinan penyakit, sebaiknya jangan mencelup kantong teh lebih dari 3 menit.

Kasus teh celup yang merenggut korban masih simpang siur kejelasan penyebabnya. Salah seorang karyawati pabrik sosis yang turut menjadi korban teh maut itu membantah  teh tersebut beracun. Ia mengaku dirinya minum teh kadaluwarsa. Berbeda dengan penjelasan  Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Sanglah dr. Ida Bagus Putu Alit, Sp.F. DFM yang menyatakan korban meninggal diduga disebabkan racun (Denpost, Senin 16/11).

Kasus teh celup yang memakan korban menjadi perhatian masyarakat. Sebab, teh merupakan minuman yang dikonsumsi tiap hari. Teh juga disuguhkan sebagai minuman saat tamu bertandang. Terlepas dari kasus teh celup maut tersebut, bagaimana sebaiknya  mengonsumsi teh agar bermanfaat?

Dari hasil penelitian salah seorang lulusan Teknologi Pertanian Unud Anju Aprianto Aritonang, teh mengandung antioksidan, khususnya teh hijau. Mahasiswa angkatan tahun 2006 ini khusus meneliti teh hijau celup. Kandungan antioksidannya lebih tinggi dibanding teh hitam. Teh hijau mengandung antioksidan 2-4 %. “Walaupun antioksidan hanya dibutuhkan sedikit dalam tubuh, namun fungsinya sangat penting. Antioksidan  menangkal radikal bebas dalam tubuh dan ampuh mencegah tumbuhnya sel kanker. Radikal bebas dalam tubuh disebabkan  polusi lingkungan dan makanan yang dikonsumsi tercemar,” kata pengajar Teknologi Pertanian Unud Ir. Luh Putu Wrasiati, M.P.

Menurutnya, teh berasal dari daun teh atau bahasa Latinnya disebut  camellia sinensis. Namun, sekarang banyak juga beredar teh herbal untuk kesehatan dari akar, bunga, atau batang seperti teh benalu, rosella, dan krisan. “Aktivitas antioksidan teh herbal ini juga tinggi. Teh herbal banyak digunakan di rumah kecantikan. Antioksidan tidak saja bekerja saat diminum tetapi bekerja juga lewat kulit,” papar perempuan yang kini sedang menempuh studi program S3 Ilmu Kedokteran konsentrasi Biomedis ini.

Hal senada juga diungkapkan dokter spesialis penyakit dalam Prof. Nyoman Dwi Sutanegara. Menurutnya, antioksidan merupakan bahan yang dapat menetralisir kelebihan elektron-elektron radikal bebas. Radikal bebas ini muncul pada orang tua atau pasien diabetes dan hipertensi. “Belakangan ini diketahui, radikal bebas ikut berperan dalam munculnya proses degenerasi khususnya terjadi di pembuluh darah sehingga muncul serangan jantung dan stroke,” kata Prof. Dwi. Antisipasinya, dengan  memberikan obat-obatan yang melawan radikal bebas yakni antioksidan. Teh salah satunya yang mengandung antioksidan flavonoid, khususnya teh hijau. Jika dikonsumsi jangka panjang memberi pengaruh positif menangkal radikal bebas.

Menurut Guru Besar FK Unud ini, teh berasal dari tanaman, sehingga penyimpanannya harus bersih dan kering agar tidak ditumbuhi jamur. “Kalau sudah kadaluwarsa dan terkontaminasi jamur sebaiknya jangan dikonsumsi. Untuk mengetahui ada tidaknya jamur, perlu dicek ke laboratorium,” ujarnya.

Teh berjamur dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti keracunan. Muncul diare dan muntah dalam kurun waktu 1- 2 jam setelah mengonsumsinya. Perut mulas,  muntah-muntah, badan meriang, dan diare akibat tubuh bereaksi menolak masuknya zat asing. Jika gejalanya sangat hebat, cairan tubuh banyak yang hilang. Komposisi tubuh anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Sebanyak 50% lebih tubuh anak mengandung cairan. “Jika cairan hilang,  dapat mengakibatkan dehidrasi. Terlambat penanganan, organ tubuh bermasalah, gagal ginjal, jantung tidak berfungsi, bahkan mengakibatkan kematian,” paparnya. Kalau diduga masih tersisa racun di saluran cerna, racun harus segera  dikeluarkan dengan cuci lambung atau kumbah lambung. Akibat kehilangan cairan ini, tubuh  harus diinfus. Kekurangan cairan berperan besar  terjadinya kematian. Sebagian besar kematian karena keracunan akibat dehidrasi.

Ia mengatakan ada racun tertentu memengaruhi sel darah merah. Wajah menjadi biru terutama di bibir, lidah, dan di telapak tangan, serta di bawah kuku. Jika keracunan makanan, dapat dipastikan dari muntah dan diare. Tubuh memiliki pertahanan sendiri  dari serangan berbagai zat negatif.  Lever adalah organ tubuh yang mampu memetabolisir bahan-bahan racun.“Tiap kita makan, sari makanan diserap usus dan dialirkan ke lever.  Terjadi proses-proses metabolisme di lever yang mengubah makanan beracun menjadi  tidak beracun. Lever berperan sebagai benteng dalam tubuh,” ujarnya.  Namun, kata Prof. Dwi, kalau serangan datang terus menerus lever kewalahan.  Kadang masih  tersisa secara halus produk metabolisme yang belum sempat dinetralisir, tetapi sudah beredar ke seluruh tubuh.  Ini sangat mematikan. Selain lever, tubuh juga memiliki seluler sebagai pertahanan yang dapat memakan bakteri.

Celup Kurang 3 Menit
Ir. Luh Putu Wrasiati menyatakan masyarakat cenderung menginginkan yang hemat dan  praktis. Teh  celup alternatifnya. “Daun teh dibungkus dalam kantung  kertas yang berisi tali agar memudahkan untuk mencelupnya,” katanya.  Umumnya, kertas dibuat dari bubur kertas yang terbuat dari kayu. Untuk membuat kertas  ini menjadi putih digunakan senyawa klorin. Kertas yang berserat ini digunakan sebagai kantung teh celup. Sampai saat ini belum ada penelitian  dampak kandungan klorin dalam kantung teh celup.

Namun, Wrasiati menyarankan,  konsumen  sebaiknya mencelupkan teh kurang dari 3 menit. Setelah itu, bandul teh dibuang. “Biasanya kita mencelup teh hanya satu menit. Lebih dari itu warnanya sudah pekat. Bagi yang biasa menaruh teh celup dalam cangkir sampai dingin, hendaknya mulai mengubah kebiasaan ini,”  kata istri Anom Wijaya ini. Tujuannya, agar senyawa klorin atau senyawa lain pembuat kertas tidak ikut larut ke dalamnya.  Kalau direndam terlalu lama, kantung teh dapat rusak dan beberapa zat kimia dapat  ikut terlarut  di dalamnya.  Menurutnya, sebaiknya minum teh selagi hangat akan terasa lebih nikmat dan  dapat menyegarkan tubuh serta pikiran.  Ia berharap Balai POM  aktif dan bergerak cepat jika ada indikasi. “Jangan bergerak setelah ada masalah,” sarannya.  Pemerintah memunyai beberapa standar yang harus dikuti produsen agar menggunakan kertas yang layak untuk makanan. “Ada strandar khusus dari Departemen Kesehatan RI,” tambahnya.

Menurut Kepala Bidang Pengujian Teranokoko (terapik, narkotika, obat tradisional, kosmetik, produk komplemen) Balai POM Denpasar Drs. I Wayan Eka Ratnata, Apt., pihaknya belum pernah melakukan pengujian langsung terhadap pembungkus teh celup. “Kami hanya menguji isinya,” ujarnya. Menurutnya,  ika memang pembungkus teh celup terkontaminasi jamur, pasti terdeteksi dalam isinya.  “Sebelum dikonsumsi, teh melalui proses  penyeduhan sehingga kalau ada mikroba akan mati,” jelas Eka.

Ia mengatakan, Balai POM selalu melakukan pengujian secara rutin ke lapangan.  Selama ini, kata Eka, belum pernah ditemui teh beracun atau berjamur yang dipasarkan. “Tiap produk selalu memiliki masa kaladuwarsanya. Puluhan produk teh beredar di pasaran termasuk teh herbal untuk kesehatan. Rata-rata produsen teh sudah diakui proses produksinya bagus dan layak dikonsumsi,” jelasnya.  Dalam sebulan Balai POM melakukan pengecekan ke lapangan sekitar 30 kali surat tugas. “Tidak mengkhusus hanya makanan dan minuman, juga obat, obat tradisional termasuk  suplemen makanan,  kosmetik, dan narkotika psikotropika yang digunakan  pengobatan,” paparnya. Menurut Eka, dalam setahun ada dana pengujian 4000 sampel.  Pengujian makanan dan minuman tahun 2009 sekitar 1600 sampel dari dana Balai POM. Sementara dari pihak luar sekitar 500 sampel. 
sumber: www.suaramedia.com